Site icon Pramukabali

Bupati Jombang Distribusikan 42 Ton Gabah untuk Perkuat Stok Pangan Desa

Pemerintah Kabupaten Jombang baru-baru ini menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ketahanan pangan di tingkat desa dengan menyalurkan bantuan berupa 42 ton Gabah Kering Giling (GKG). Program ini merupakan bagian dari inisiatif Desa Maju dan Sejahtera (Mantra) untuk tahun anggaran 2026. Dengan adanya bantuan ini, diharapkan masyarakat desa dapat lebih mandiri dalam menghadapi tantangan kerawanan pangan dan inflasi yang mungkin terjadi.

Penyerahan Bantuan Secara Simbolis

Penyerahan bantuan tersebut dilakukan oleh Bupati Jombang, Warsubi, dalam sebuah acara simbolis di Balai Desa Sumberjo, Kecamatan Jombang. Acara ini menggambarkan keseriusan pemerintah daerah dalam mendukung program-program yang berfokus pada penguatan ketahanan pangan masyarakat.

Tujuan Program Pangan

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Jombang, Bambang Sriyadi, menjelaskan bahwa program ini bertujuan untuk memperkuat cadangan pangan di tingkat desa dan membantu masyarakat dalam menghadapi kerawanan pangan. Selain itu, program ini juga diharapkan dapat berkontribusi dalam pengendalian inflasi lokal.

“Maksud dan tujuannya adalah untuk memperkuat cadangan pangan Pemerintah Desa dan kelompok masyarakat, memicu kemandirian warga dalam menghadapi kerawanan pangan, serta mendukung pengendalian inflasi daerah,” ujarnya. Dengan penyaluran ini, diharapkan masyarakat dapat lebih siap dalam menghadapi fluktuasi harga pangan yang sering terjadi.

Distribusi Gabah Kering Giling

Sebanyak 42 ton gabah kering giling didistribusikan secara merata kepada enam kelompok lumbung pangan yang telah terpilih sebagai penerima manfaat. Masing-masing kelompok menerima jatah sebesar 7 ton. Proses pengadaan gabah telah selesai pada Triwulan III, dan penyalurannya dilakukan secara bertahap sejak akhir Agustus 2026.

Enam kelompok tersebut adalah:

Ketahanan Pangan dan Kedaulatan Bangsa

Bupati Jombang, Warsubi, menekankan pentingnya ketahanan pangan sebagai fondasi kedaulatan bangsa. Dalam konteks ini, swasembada pangan menjadi salah satu prioritas utama dalam delapan misi pembangunan nasional yang diusung oleh Presiden Prabowo Subianto. Warsubi menegaskan bahwa ketahanan pangan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga masyarakat.

Program Jombang Swasembada

Untuk mendukung kebijakan tersebut, Kabupaten Jombang meluncurkan program Jombang Swasembada yang terintegrasi dengan Program Desa Mantra. Program ini dirancang untuk mengoptimalkan potensi lokal dalam memperkuat ketahanan pangan.

“Pemerintah Kabupaten Jombang berkomitmen untuk memperkuat ketahanan pangan berbasis potensi lokal melalui program ‘Jombang Swasembada’,” tambahnya. Dengan adanya program ini, diharapkan setiap desa dapat mengelola sumber daya pangan dengan lebih baik.

Pentingnya Pengelolaan Lumbung Pangan

Program Desa Mantra juga memiliki fokus untuk memperkuat cadangan pangan di tingkat desa dengan cara pengisian lumbung menggunakan gabah kering giling. Bupati berharap bahwa bantuan hibah ini akan dikelola dengan baik dan dimanfaatkan sepenuhnya untuk kepentingan masyarakat, bukan untuk kepentingan pribadi.

“Lumbung pangan harus difungsikan sebagai tempat penyimpanan cadangan pangan yang dapat diandalkan untuk menjaga ketersediaan pangan di desa dan memperkuat kemandirian masyarakat,” tegas Warsubi.

Pengawasan dan Evaluasi Program

Pemerintah Kabupaten Jombang menyadari pentingnya pengawasan dan evaluasi yang ketat terhadap program ini. Oleh karena itu, Bupati memerintahkan Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan untuk melakukan pengawasan secara rutin.

“Kepada Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Jombang, saya minta agar terus melakukan pendampingan, pembinaan, pemantauan, dan evaluasi. Pastikan pengelolaan lumbung berjalan secara transparan, akuntabel, dan berkelanjutan,” pungkasnya. Dengan demikian, diharapkan program ini dapat berjalan dengan efektif dan memberikan manfaat yang signifikan bagi masyarakat.

Exit mobile version