Salah satu momen paling penting dalam kalender Indonesia setiap tahunnya adalah perayaan Idul Fitri, yang menandai berakhirnya bulan suci Ramadhan. Dengan pertambahan mobilitas masyarakat, keamanan menjadi prioritas utama. Pada Kamis, 12 Maret 2026, Kepolisian Resor Serang menginisiasi Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Maung 2026, sebuah operasi yang dirancang untuk memastikan keamanan dan ketertiban selama perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Operasi Ketupat Maung 2026: Apel Gelar Pasukan
Acara tersebut berlangsung di Lapangan Hijau Mapolres Serang, dimulai pada pukul 16.00 WIB. Dalam operasi ini, Kapolres Serang, Andri Kurniawan, memimpin sekitar 350 personel gabungan dari berbagai unsur kepolisian, TNI, dan instansi terkait lainnya. Selain itu, berbagai pejabat tinggi juga hadir dalam acara tersebut, termasuk Asisten Daerah I Sekretariat Daerah Kabupaten Serang, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Serang, Wakapolres Serang, dan para kapolsek jajaran.
Instansi yang Terlibat dalam Operasi
Banyak instansi terlibat dalam apel ini, termasuk personel dari Kepolisian Negara Republik Indonesia, Tentara Nasional Indonesia melalui Kodim 0602 Serang, Dinas Perhubungan Kabupaten Serang, BPBD Kabupaten Serang, Dinas Kesehatan Kabupaten Serang, Satpol PP, Damkar, PMI, dan unsur Saka Bhayangkara.
Pentingnya Operasi Ketupat Maung 2026
Dalam pidatonya, Andri menjelaskan pentingnya apel gelar pasukan ini. Apel ini dirancang untuk memastikan kesiapan personel dan sarana prasarana menjelang operasi pengamanan Lebaran. Selain itu, apel ini juga menjadi bentuk komitmen dan sinergi lintas sektor untuk memastikan pengamanan mudik dan perayaan Idul Fitri berjalan aman, tertib, dan lancar.
Meningkatnya Mobilitas Masyarakat
Perayaan Idul Fitri adalah acara nasional yang selalu diiringi peningkatan mobilitas masyarakat. Menurut survei Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, diperkirakan ada sekitar 143,9 juta orang yang akan bergerak selama Lebaran 2026. Untuk mengantisipasi lonjakan ini, Polri bersama TNI dan pemangku kepentingan terkait akan melaksanakan Operasi Ketupat 2026 selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026, yang melibatkan sekitar 161.243 personel gabungan di seluruh Indonesia.
Puncak Arus Mudik dan Arus Balik
Hasil koordinasi lintas sektoral memprediksi puncak arus mudik terjadi pada 14–15 Maret dan 18–19 Maret 2026, sedangkan puncak arus balik diperkirakan berlangsung pada 24–25 Maret serta 28–29 Maret 2026. Polri telah menyiapkan 2.746 pos pengamanan nasional, yang terdiri dari 1.624 pos pengamanan, 779 pos pelayanan, dan 343 pos terpadu, yang akan difungsikan sebagai pusat informasi dan pelayanan bagi masyarakat selama masa mudik dan arus balik.
Antisipasi Gangguan Keamanan
Kapolres juga mengingatkan personel untuk mewaspadai potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat seperti kejahatan konvensional, premanisme, balap liar, serta konflik antarkelompok. Oleh karena itu, patroli rutin diminta ditingkatkan terutama di titik dan waktu rawan.
Meningkatkan Layanan Kepolisian
Andri meminta seluruh anggota mengoptimalkan layanan kepolisian 110 agar masyarakat mendapatkan pelayanan yang cepat, responsif, dan solutif. “Keberhasilan Operasi Ketupat merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, tingkatkan soliditas dan sinergi antarinstansi untuk mewujudkan mudik aman dan keluarga bahagia,” ujar Andri.
Penutupan Acara
Setelah apel, acara dilanjutkan dengan pengecekan pasukan dan sesi foto bersama. Apel berakhir sekitar pukul 16.30 WIB dan berlangsung aman serta lancar.

