Site icon Pramukabali

Pegadaian Dorong Mahasiswa Medan Investasi Emas Mulai Rp10.000, OJK Peringatkan Risiko Pinjol Ilegal

Pendidikan keuangan menjadi salah satu aspek penting yang harus diperhatikan oleh generasi muda, terutama mahasiswa. Dalam konteks ini, Pegadaian berusaha memberikan akses yang lebih luas untuk investasi emas melalui aplikasi Tring! by Pegadaian. Di sisi lain, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap pinjaman online (pinjol) ilegal dan tawaran investasi yang tidak jelas. Artikel ini akan membahas bagaimana mahasiswa di Medan dapat memanfaatkan peluang investasi emas sambil tetap waspada terhadap risiko yang ada.

Pengenalan Investasi Emas Melalui Aplikasi Tring!

Pegadaian telah mengambil langkah signifikan dalam mempromosikan investasi emas yang mudah diakses, khususnya bagi kalangan mahasiswa. Irma Pratiwi, Senior Area Business to Business di Medan, menjelaskan bahwa Pegadaian berkomitmen untuk memperluas akses investasi emas, terutama untuk generasi muda. Melalui aplikasi Tring!, mahasiswa bisa mulai berinvestasi dengan mudah, bahkan dengan modal awal yang terjangkau.

Dengan investasi emas digital, pengguna hanya perlu mengeluarkan dana mulai dari Rp10.000. Ini membuat investasi emas semakin terjangkau bagi mahasiswa yang ingin mulai membangun aset mereka sejak dini. Irma menekankan pentingnya aplikasi ini dalam memberikan kemudahan akses kepada masyarakat.

Beragam Produk Investasi Emas

Pegadaian menawarkan dua jenis produk investasi emas yang dapat dipilih oleh masyarakat, yakni:

Melalui produk-produk ini, Pegadaian tidak hanya dikenal sebagai lembaga gadai, tetapi juga sebagai penyedia produk investasi. Aplikasi Tring! memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk berinvestasi tanpa perlu membeli emas fisik secara langsung.

Pertumbuhan Platform Digital dan Manfaatnya

Sejak diluncurkan, aplikasi Tring! telah mencapai sekitar 7,5 juta pengguna. Pada perayaan ulang tahun pertamanya di bulan Oktober 2026, nilai transaksi di platform ini telah mencapai Rp113 triliun. Pertumbuhan ini menunjukkan transformasi digital Pegadaian yang bertujuan untuk meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia.

Irma mencatat bahwa aplikasi ini tidak hanya memudahkan akses ke produk investasi, tetapi juga membantu pengguna untuk memahami investasi lebih baik. Hal ini penting, terutama bagi mahasiswa yang baru memulai perjalanan finansial mereka.

Strategi Investasi Emas yang Tepat

Sebelum memutuskan untuk berinvestasi, penting bagi calon investor untuk memahami bahwa investasi emas sebaiknya dilakukan dengan tujuan jangka menengah hingga panjang. Irma memperingatkan, “Jika kita membeli emas hari ini dan menjualnya besok, belum tentu kita akan mendapatkan keuntungan.” Oleh karena itu, penting untuk mempertimbangkan harga beli dan jual serta menetapkan tujuan investasi sejak awal.

Berinvestasi dalam emas juga memberikan keuntungan tambahan, yaitu kemampuannya untuk dijadikan jaminan saat seseorang membutuhkan dana mendesak. Dengan cara ini, pemilik emas tidak perlu menjual asetnya, melainkan dapat memanfaatkan nilainya untuk mendapatkan pembiayaan.

Waspadai Risiko Pinjol Ilegal dan Investasi Bodong

Sementara itu, Yovvi Sukandar, Kepala Divisi Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen OJK Sumut, mengingatkan mahasiswa untuk selalu waspada terhadap pinjol ilegal. Ia menyarankan agar mahasiswa memeriksa legalitas layanan keuangan yang mereka gunakan. Memahami struktur biaya pinjaman dan mengenali risiko adalah langkah penting sebelum menggunakan layanan keuangan apa pun.

Beberapa ciri yang perlu diwaspadai dalam aplikasi pinjaman termasuk:

Pentingnya Memeriksa Legalitas

Yovvi menjelaskan bahwa penyelenggara pinjaman daring yang berizin hanya diperbolehkan mengakses data tertentu, seperti kamera dan lokasi, dalam istilah yang dikenal sebagai CAMILOK. Dengan demikian, penting bagi masyarakat, terutama mahasiswa, untuk waspada dan tidak mudah tergiur tawaran yang terlihat terlalu bagus untuk menjadi kenyataan.

Untuk memverifikasi legalitas lembaga jasa keuangan, mahasiswa bisa menghubungi layanan resmi OJK melalui nomor 157. Ini menjadi langkah krusial dalam melindungi diri dari risiko yang mungkin muncul akibat pinjol ilegal.

Komitmen Pegadaian terhadap Tata Kelola Perusahaan yang Baik

Pegadaian juga menegaskan komitmennya dalam menerapkan prinsip tata kelola perusahaan yang baik dan memperkuat budaya antikorupsi. Donald Estefanussia Kiroh, Penyuluh Antikorupsi dan Compliance Senior Officer Pegadaian Kanwil I Medan, menekankan pentingnya integritas dalam setiap interaksi dengan nasabah.

Program Penyuluh Antikorupsi yang diinisiasi Pegadaian bertujuan untuk mendidik pegawai dan masyarakat tentang pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam setiap transaksi. Saat ini, Pegadaian memiliki 39 penyuluh antikorupsi yang tersebar di seluruh kantor wilayah, serta satu ahli pembangunan integritas di kantor pusat.

Membangun Kesadaran Finansial di Kalangan Mahasiswa

Dengan berbagai inisiatif tersebut, Pegadaian berusaha untuk memberikan pemahaman yang lebih baik tentang investasi dan pengelolaan keuangan kepada masyarakat, terutama mahasiswa. Kegiatan seperti talkshow literasi keuangan yang diadakan di Universitas Negeri Medan menjadi salah satu contoh upaya untuk meningkatkan kesadaran finansial di kalangan generasi muda.

Dengan informasi yang tepat dan pemahaman yang mendalam, mahasiswa diharapkan dapat membuat keputusan finansial yang lebih baik dan cerdas dalam menghadapi berbagai tawaran investasi yang ada di luar sana.

Exit mobile version