Site icon Pramukabali

Perkuat Jejaring KIA dan Kespro Palopo hingga Tingkat Rumah Sakit untuk Layanan Optimal

Pemerintah Kota Palopo melangkah maju dalam memperkuat jaringan pelayanan kesehatan bagi ibu dan anak dengan menggelar Pertemuan Koordinasi Penguatan Jejaring Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) serta Kesehatan Reproduksi (Kespro). Acara ini berlangsung di Aula Hotel Banua Wisata pada hari Senin, 28 September 2026. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa layanan kesehatan yang diberikan kepada ibu dan anak dapat dioptimalkan, terutama di tengah tantangan yang ada.

Pembukaan Pertemuan dan Tujuan Kegiatan

Acara tersebut dibuka oleh Penjabat (Pj.) Sekretaris Daerah Kota Palopo, Andi Poci, yang dihadiri oleh berbagai unsur pelayanan kesehatan. Dalam laporan yang disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Palopo, Irsan Anugrah, disampaikan bahwa tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk memperkuat jejaring KIA dan Kespro serta mengoptimalkan sistem pemantauan dan evaluasi program kesehatan yang ada di seluruh lini pelayanan.

Pentingnya Kesehatan Ibu dan Anak dalam Pembangunan

Andi Poci menekankan bahwa kesehatan ibu, anak, dan kesehatan reproduksi merupakan elemen penting dalam pembangunan kesehatan masyarakat secara keseluruhan. Ia menyatakan bahwa koordinasi yang baik antara puskesmas, rumah sakit, dan sektor terkait lainnya sangat diperlukan untuk menekan angka kematian ibu dan bayi yang masih menjadi isu serius.

Evaluasi Kasus Kematian Ibu

Dalam pemaparan selama rapat, Pemkot Palopo juga melakukan evaluasi terhadap kasus kematian ibu yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan data, selama periode 2020 hingga 2022, pandemi COVID-19 memberikan tekanan yang signifikan terhadap fasilitas kesehatan dan berdampak pada aksesibilitas pelayanan kesehatan.

Data dari Maternal Perinatal Death Notification (MPDN) menunjukkan adanya tiga kasus kematian ibu pada tahun 2023 dan dua kasus pada tahun 2024. Hingga Agustus 2026, tercatat dua kasus kematian ibu yang perlu menjadi perhatian serius pemerintah setempat.

Prinsip Zero Tolerance terhadap Kematian Ibu

Pemkot Palopo menegaskan pentingnya prinsip zero tolerance for maternal mortality, yang berarti tidak mentoleransi kematian ibu yang seharusnya dapat dicegah. Beberapa penyebab utama kematian ibu yang menjadi fokus perhatian meliputi:

Oleh karena itu, penanganan kegawatdaruratan serta sistem rujukan yang cepat, tepat, dan terintegrasi menjadi salah satu perhatian utama dalam penguatan layanan kesehatan.

Sinkronisasi Program KIA dan Kespro

Pemkot Palopo juga berkomitmen untuk menyelaraskan program KIA dan Kespro dengan agenda transformasi kesehatan nasional. Hal ini terutama ditujukan untuk memperkuat layanan di fasilitas kesehatan tingkat pertama. Upaya ini mencakup peningkatan pemeriksaan antenatal, yang meliputi pemeriksaan kehamilan minimal enam kali dan layanan USG yang dilakukan oleh dokter di puskesmas.

Selain itu, pemerintah juga memberikan dorongan untuk memperkuat jejaring rujukan kegawatdaruratan. Hal ini bertujuan agar rumah sakit dapat menangani komplikasi maternal dan neonatal dengan lebih cepat dan efisien.

Intervensi Gizi dan Penurunan Stunting

Program penurunan stunting dan penanganan gizi juga menjadi bagian integral dari penguatan KIA. Intervensi ini dimulai sejak masa kehamilan hingga 1.000 Hari Pertama Kehidupan, yang merupakan periode kritis bagi pertumbuhan dan perkembangan anak.

Penguatan Jejaring Rujukan Terpadu

Dari sisi daerah, Pemkot Palopo mendorong terbentuknya jejaring rujukan terpadu yang siap beroperasi 24 jam. Jejaring ini akan menghubungkan bidan di kelurahan, puskesmas, klinik swasta, dan rumah sakit agar pelayanan kesehatan menjadi lebih terintegrasi dan responsif.

Akses pelayanan kesehatan juga diarahkan untuk lebih inklusif, khususnya bagi keluarga prasejahtera, melalui skema Universal Health Coverage (UHC) Prioritas. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat secara keseluruhan.

Pembangunan Rumah Sakit Ibu dan Anak

Pemkot Palopo juga merencanakan pembangunan Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) sebagai salah satu program strategis untuk memperkuat layanan kesehatan khusus bagi ibu dan anak. Ini merupakan langkah penting dalam menciptakan lingkungan yang lebih baik untuk kesehatan ibu dan anak di wilayah tersebut.

Harapan untuk Koordinasi yang Lebih Baik

Melalui rapat koordinasi ini, Andi Poci berharap bahwa koordinasi antar fasilitas kesehatan dapat menjadi lebih efektif. Selain itu, waktu tanggap dalam sistem rujukan diharapkan dapat diperbaiki, dan komunikasi dalam jejaring KIA dan Kespro semakin diperkuat.

Penguatan jejaring ini diharapkan dapat menekan risiko kematian ibu dan bayi sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Kota Palopo. Dengan langkah-langkah yang tepat, diharapkan pelayanan kesehatan bagi ibu dan anak dapat terus ditingkatkan untuk masa depan yang lebih baik.

Exit mobile version