ArtScience Museum Menampilkan Tubuh Manusia dalam Pameran Flesh and Bones: Seni Anatomi

Jakarta – ArtScience Museum mengajak pengunjung untuk menjelajahi sisi mendalam dari sesuatu yang akrab bagi setiap individu: tubuh manusia. Sejak dibuka pada 21 Maret, pameran bertajuk Flesh and Bones: The Art of Anatomy ini mengkombinasikan elemen seni, sains, kenangan, dan tradisi untuk mengeksplorasi bagaimana tubuh manusia telah dipelajari, dibayangkan, dan direpresentasikan sepanjang zaman dan budaya, mulai dari aspek fisiknya hingga struktur tersembunyi yang ada di dalamnya.
Pameran yang Menandai Ulang Tahun ke-15
Dalam rangka merayakan ulang tahun ke-15 ArtScience Museum, pameran ini menampilkan lebih dari 160 artefak dan karya seni yang menakjubkan. Di antara koleksi tersebut, terdapat mahakarya bersejarah yang sebelumnya dipamerkan oleh Getty Research Institute di Los Angeles pada tahun 2022, yang dikurasi oleh Dr. Monique Kornell.
Koleksi Berharga dari Getty
Pameran ini menyuguhkan karya-karya pinjaman dari Getty, termasuk ilustrasi anatomi berukuran nyata yang menakjubkan, atlas, manuskrip medis, serta buku-buku langka yang memberikan wawasan mendalam tentang bagian dalam tubuh manusia.
Integrasi Tradisi Medis Asia
Versi terbaru dari Flesh and Bones ini, yang disusun dan diperluas oleh ArtScience Museum bekerja sama dengan Getty, juga mengintegrasikan kisah serta tradisi medis dari Asia. Pameran ini menghadirkan 33 karya dan instalasi seni kontemporer yang menawarkan perspektif baru tentang tubuh manusia kepada setiap pengunjung.
Perkembangan Pemahaman Tubuh Manusia
Pameran ini menggambarkan bagaimana pemahaman kita tentang tubuh manusia telah berkembang sepanjang sejarah. Berbagai pengaruh dari seniman, ilmuwan, ahli anatomi, praktisi medis, dan pencetak dari seluruh dunia turut membentuk pengertian tersebut.
“Flesh and Bones: The Art of Anatomy menyelidiki hubungan yang mendalam antara seni, kedokteran, dan rasa ingin tahu manusia tentang tubuh. Di setiap budaya dan era, studi anatomi dibentuk oleh pencarian ilmiah serta oleh sistem kepercayaan, teknologi visual, dan eksplorasi artistik,” kata Honor Harger, Wakil Presiden ArtScience Museum di Marina Bay Sands.
Perpaduan Antara Masa Lalu dan Masa Kini
Pameran ini menghadirkan mahakarya dari tokoh-tokoh seperti Antonio Cattani bersebelahan dengan instalasi menakjubkan dari seniman kontemporer seperti Chiharu Shiota. Flesh and Bones secara jelas menunjukkan kombinasi antara seni dan sains, serta bagaimana kita berusaha memahami apa yang ada di balik kulit dan makna dari kehidupan dalam sebuah tubuh.
Karya Ikonik Antonio Cattani
Salah satu fokus utama dari pameran ini adalah rangkaian ukiran anatomi berskala besar oleh Antonio Cattani, yang diciptakan di Italia pada akhir abad ke-18. Karya-karya Cattani adalah visualisasi terunggul dari tubuh manusia yang telah dibedah.
Karya-karya ini, yang dipinjam dari Getty dan untuk pertama kalinya dipamerkan di Singapura, menunjukkan bagaimana anatomi telah berkembang sebagai ilmu visual melalui media cetak.
Interpretasi Kontemporer dari Angela Su
Pameran ini juga menyajikan karya dari seniman berbasis di Hong Kong, Angela Su, yang menciptakan figur-figur dengan ketepatan anatomi namun bersifat spekulatif. Karya-karya ini menantang standar klasik tentang tubuh, dan mempertemukan pengetahuan dari era Pencerahan dengan seni kontemporer dari Asia.
Instalasi Dramatis Chiharu Shiota
Memasuki pameran, pengunjung akan disambut oleh The Network Within (2026), sebuah instalasi site-specific yang dramatis karya Chiharu Shiota. Dengan benang merah yang khas, Shiota secara metaforis menggambarkan tubuh manusia sebagai sistem sirkulasi, melambangkan pembuluh darah dan jalur pernapasan, serta menjelaskan hubungan antara memori, sejarah, dan koneksi manusia.
Instalasi ini, yang terletak di ambang masuk pameran, mengajak setiap pengunjung untuk merasakan pengalaman anatomi dalam sebuah ruang yang hidup.
Pengalaman Imersif di Tengah Pameran
Di tengah pameran, pengunjung akan menemukan instalasi audiovisual imersif dari kolektif seni eksperimental London, Marshmallow Laser Feast. Berjudul Evolver (2022), karya ini membawa pengunjung dalam perjalanan ke dalam tubuh manusia, menelusuri jalur oksigen melalui mulut dan paru-paru.
Paduan Teknologi dan Seni
Karya yang ditampilkan melalui proyeksi berskala besar serta pengalaman realitas virtual di VR Gallery ArtScience Museum ini menghadirkan sistem kompleks yang tersembunyi dalam tubuh manusia menjadi sesuatu yang dapat dirasakan secara nyata.
Pengalaman ini dimulai dengan meditasi terpandu yang dinarasikan oleh aktris pemenang Oscar, Cate Blanchett, dengan musik yang diciptakan oleh Jonny Greenwood (Radiohead) dan komposer Islandia, Jóhann Jóhannsson.
Karya dari Seniman Lokal dan Regional
Pameran ini juga menampilkan karya-karya penting dari seniman Singapura dan kawasan Asia Tenggara, termasuk Araya Rasdjarmrearnsook, Pinaree Sanpitak, dan Natee Utarit dari Thailand, serta Solamalay Namasivayam, Yanyun Chen, Kray Chen, Amanda Heng, dan Woong Soak Teng dari Singapura.
Menyoroti Pendekatan Anatomi Asia
Selain itu, Flesh and Bones juga menghadirkan artefak dan pameran ilmiah dari Singapura yang mengeksplorasi anatomi dari sudut pandang Asia, termasuk galeri khusus tentang Pengobatan Tradisional Tiongkok (Traditional Chinese Medicine/TCM).
TCM berkembang secara paralel dengan pemahaman anatomi Barat, memandang tubuh tidak sekadar sebagai struktur fisik, tetapi sebagai jaringan hubungan, aliran energi, dan keseimbangan. Pameran ini memberikan pengenalan yang edukatif tentang TCM melalui lebih dari 40 koleksi pinjaman dari Singapore College of Traditional Chinese Medicine.
Spesimen Manusia untuk Pendidikan
Pengunjung juga memiliki kesempatan langka untuk melihat 20 spesimen tubuh manusia dan 15 spesimen patologis dari Nanyang Technological University, Singapore (NTU Singapore), Lee Kong Chian School of Medicine, serta lima spesimen plastinasi dari Institute for Plastination di Jerman.
Pentingnya Program Silent Mentor
Spesimen ini biasanya digunakan untuk pendidikan medis dan ditampilkan bersamaan dengan informasi mengenai program Silent Mentor, yang berasal dari Taiwan. Program ini merupakan penghormatan bagi mereka yang secara sukarela mendonasikan tubuh mereka untuk pendidikan dan penelitian medis.
Di Singapura, program ini juga diadopsi dalam berbagai bentuk, di mana para donor dipandang oleh mahasiswa sebagai pasien dan guru pertama mereka. Bagian ini menyoroti nilai empati, rasa hormat, dan kemanusiaan dalam pembelajaran anatomi, serta menekankan aspek etika dan kemurahan hati yang mendasari perkembangan ilmu medis.
Durasi Pameran
Pameran Flesh and Bones: The Art of Anatomy akan berlangsung hingga 16 Agustus 2026. Untuk informasi lebih lanjut mengenai galeri dan sorotan pameran, pengunjung dapat merujuk ke situs resmi ArtScience Museum.




