Baplitbangda Padangsidimpuan Diseminasi 4 Riset tentang Jajanan Berisiko Kanker dan Pencegahan Stunting

Pada Rabu, 16 September 2026, Aula Baplitbangda Kota Padangsidimpuan menjadi saksi pentingnya penelitian dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Dalam acara Diseminasi Seminar Hasil Penelitian bertema “Mengubah Hasil Riset Menjadi Solusi Nyata untuk Padangsidimpuan Mantap”, empat penelitian terkait jajanan berisiko kanker dan pencegahan stunting dipresentasikan. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk menyebarluaskan hasil riset, tetapi juga memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, akademisi, tenaga kesehatan, dan pihak terkait lainnya dalam merumuskan kebijakan berbasis penelitian yang mendukung pembangunan Kota Padangsidimpuan.
Pentingnya Penelitian untuk Solusi Masalah Masyarakat
Kepala Baplitbangda Kota Padangsidimpuan, Diapari Lubis, menegaskan bahwa penelitian harus melampaui sekadar pengumpulan data. Penelitian harus memberikan solusi nyata bagi permasalahan yang dihadapi masyarakat. “Kami berharap hasil penelitian yang disampaikan hari ini dapat memberikan dampak positif bagi kemajuan daerah,” ungkapnya. Hal ini menunjukkan tekad pemerintah daerah untuk menjadikan riset sebagai alat yang efektif dalam merumuskan solusi bagi tantangan yang ada.
Tujuan Diseminasi Penelitian
Kepala Bidang Litbang Baplitbangda Kota Padangsidimpuan, Guswan Leo, menambahkan bahwa diseminasi ini bertujuan untuk berbagi pengetahuan, mendapatkan umpan balik, serta mendorong diskusi produktif di antara peserta. “Kegiatan ini merupakan sarana penting untuk meningkatkan pemahaman bersama dan memperluas wawasan, sehingga kolaborasi di bidang yang relevan dapat terwujud,” ujarnya.
Dengan demikian, diseminasi hasil penelitian menjadi kunci untuk memastikan bahwa informasi dapat dipahami dan diterima dengan baik oleh instansi terkait serta pemangku kepentingan lainnya. Ini penting agar manfaat dari penelitian dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.
Peran Pemerintah dalam Akses Penelitian
Wali Kota Padangsidimpuan, Letnan Dalimunthe, menekankan pentingnya diseminasi hasil penelitian agar dapat diakses dan dimanfaatkan, serta menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan yang berdampak langsung bagi masyarakat. Ia melihat keberadaan berbagai perguruan tinggi di Kota Padangsidimpuan sebagai potensi besar yang dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan kajian ilmiah dan dokumen akademis yang diperlukan untuk pembangunan daerah.
Dalam era digital saat ini, penelitian harus mampu menjawab berbagai isu yang dihadapi masyarakat. “Banyak perguruan tinggi yang bisa diajak bekerja sama dalam bidang penelitian. Hasil-hasil riset tersebut diharapkan menjadi rujukan dalam membangun Padangsidimpuan yang lebih baik,” tambahnya. Wali Kota juga berharap agar hasil penelitian yang dipaparkan dapat ditindaklanjuti dalam program-program pembangunan di masa depan.
Fokus Penelitian Terkait Stunting dan Jajanan Berisiko Kanker
Dari empat penelitian yang dipresentasikan, kajian mengenai stunting menarik perhatian khusus dari Wali Kota. “Penelitian terkait stunting adalah yang paling menarik perhatian saya. Jika analisis dan kajian diserahkan kepada ahlinya, saya yakin berbagai persoalan yang ada dapat ditemukan solusinya. Hasil riset ini masih sangat mungkin untuk ditindaklanjuti pada tahun 2027,” jelasnya.
Keempat penelitian tersebut berasal dari berbagai institusi, menunjukkan bahwa kolaborasi antar berbagai pihak dapat menghasilkan riset yang bermanfaat. Ini mencakup topik-topik yang relevan dengan kesehatan masyarakat, termasuk jajanan berisiko kanker yang menjadi perhatian utama dalam seminar ini.
Detail Penelitian yang Dipresentasikan
Penelitian pertama disampaikan oleh Tim Peneliti Yayasan Kanker Indonesia Cabang Padangsidimpuan dengan judul “Pemahaman dan Persepsi Siswa Sekolah Dasar terhadap Risiko Jajanan Tidak Sehat sebagai Faktor Potensial Penyebab Kanker di Kota Padangsidimpuan”. Penelitian ini mengangkat pentingnya pemahaman siswa mengenai jajanan yang berisiko kanker, mengingat anak-anak merupakan kelompok yang rentan terhadap pengaruh makanan tidak sehat.
Penelitian kedua disampaikan oleh Tim Peneliti Puskesmas Pijorkoling dengan judul “Peran Puskesmas Pijorkoling dan Tokoh Adat dalam Pencegahan Paparan Asap Rokok pada Bayi untuk Mendukung Pencegahan Stunting dalam Tradisi Aqiqah di Kota Padangsidimpuan”. Penelitian ini fokus pada upaya pencegahan stunting yang berhubungan dengan tradisi dan kebiasaan masyarakat.
Sementara itu, Herawati Harahap, SST MKM, dosen STIKES Sentral, memaparkan penelitian berjudul “Pengembangan Model Peran Tokoh Agama Islam sebagai Duta ASI Eksklusif dalam Edukasi Calon Pengantin untuk Pencegahan Stunting”. Penelitian ini menyoroti peran penting tokoh agama dalam mendidik masyarakat mengenai pentingnya pemberian ASI eksklusif untuk pencegahan stunting.
Penelitian keempat dipresentasikan oleh Nurhidayah Fithriyah Nasution, SPd MPd., dosen Institut Pendidikan Tapanuli Selatan (IPTS), dengan judul “Implementasi Transformasi Digital Berbasis STEM untuk Meningkatkan Literasi Sains Siswa SMP Kota Padangsidimpuan”. Penelitian ini menggambarkan bagaimana teknologi dapat berkontribusi dalam pendidikan dan peningkatan literasi sains di kalangan siswa.
Manfaat Riset bagi Kebijakan Pembangunan
Baplitbangda Kota Padangsidimpuan berharap agar hasil penelitian ini tidak hanya menjadi bahan diseminasi, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai masukan dalam penyusunan program dan kebijakan pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Dengan adanya sinergi yang kuat antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat, diharapkan solusi untuk masalah kesehatan dan gizi, seperti jajanan berisiko kanker dan stunting, dapat ditemukan dan diterapkan secara efektif.
Dengan demikian, penelitian tidak hanya berfungsi sebagai sumber informasi, tetapi juga sebagai panduan dalam pengambilan keputusan yang tepat untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Padangsidimpuan. Keberhasilan dalam mengimplementasikan hasil penelitian ini akan membawa dampak positif yang signifikan bagi kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.