Jurnalis Hilang di Perairan GAK, Polda Banten Kerahkan Tim Penyelamat Gabungan

Pencarian yang intensif sedang berlangsung untuk menemukan sekelompok jurnalis yang dilaporkan hilang kontak saat berusaha menjangkau kawasan Gunung Anak Krakatau (GAK) di perairan Selat Sunda, tepatnya di Kabupaten Pandeglang, Banten. Operasi pencarian ini melibatkan kolaborasi tim gabungan dari berbagai institusi, termasuk Polda Banten, TNI, Basarnas, BMKG, BPBD, serta pihak-pihak lainnya yang relevan. Kapolda Banten, Irjen Pol Hengki, menjelaskan bahwa setelah menerima laporan mengenai hilangnya rombongan jurnalis, tim segera dikerahkan untuk mencari mereka. Hingga Rabu, 9 September 2026, usaha pencarian masih terus dilakukan.
Proses Pencarian yang Dikoordinasikan Secara Intensif
Kapolda Hengki mengungkapkan bahwa pencarian telah dimulai sejak Selasa, dengan tim gabungan terus berupaya mencari dan menyelamatkan para jurnalis yang hilang. Baik Basarnas, Polda, Polairud, Lanal, TNI, BPBD, serta unit terkait lainnya bekerja sama dalam misi ini.
“Dari kemarin hingga hari ini, kami terus melanjutkan pencarian,” jelas Hengki dalam pernyataannya pada Rabu, 9 September 2026. Tim pencarian menggunakan berbagai sarana yang tersedia, namun kondisi alam di sekitar Gunung Anak Krakatau yang masih aktif menjadi tantangan tersendiri dalam operasi ini.
Keselamatan Tim Pencari Menjadi Prioritas Utama
Hengki menegaskan bahwa keselamatan anggota tim pencari adalah hal yang paling utama. Ia menyatakan pentingnya pencarian yang maksimal, namun tetap harus memperhatikan keselamatan petugas yang terlibat di lapangan. “Kami akan berusaha keras untuk menemukan rekan-rekan kami yang hingga saat ini belum ditemukan. Namun, keselamatan seluruh tim juga sangat penting,” ujarnya dengan tegas.
Persiapan Kesiapsiagaan untuk Identifikasi
Selain menyiapkan personel dan peralatan untuk pencarian, Polda Banten juga telah mendirikan pos antemortem dari Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes). Pos ini dirancang sebagai langkah antisipasi jika diperlukan untuk proses identifikasi di masa mendatang.
“Kami telah menyiapkan posko antemortem sebagai bentuk kesiapsiagaan dalam mendukung proses identifikasi apabila diperlukan,” tambah Hengki.
Operasi Pencarian Melalui Jalur Laut dan Pertimbangan Jalur Udara
Hengki juga menyatakan bahwa saat ini operasi pencarian masih difokuskan melalui jalur laut. Meskipun ada kemungkinan untuk melakukan pencarian melalui udara, keputusan tersebut akan diambil berdasarkan perkembangan situasi dan aktivitas Gunung Anak Krakatau.
“Hingga saat ini, kami belum melakukan pencarian melalui jalur udara. Nanti, tergantung perkembangan hari ini, saya akan meminta petunjuk lebih lanjut. Pemantauan melalui udara dapat dipertimbangkan, namun harus memperhitungkan situasi erupsi,” ujarnya.
Imbauan kepada Masyarakat dan Pengguna Transportasi Laut
Kapolda Hengki juga mengingatkan masyarakat serta pengguna transportasi laut agar mematuhi imbauan keselamatan terkait aktivitas Gunung Anak Krakatau. Masyarakat diimbau untuk tidak mendekati kawasan gunung dalam radius yang telah ditentukan oleh pihak berwenang.
- Jangan mendekati Gunung Anak Krakatau dalam radius tiga kilometer.
- Patuh terhadap imbauan dari pihak berwenang terkait keamanan.
- Selalu memantau informasi terkini mengenai aktivitas gunung.
- Gunakan jalur transportasi yang aman dan terjamin.
- Laporkan kepada otoritas jika melihat aktivitas mencurigakan di sekitar perairan.
Koordinasi Berkelanjutan di Lapangan
Seluruh unsur yang terlibat dalam operasi pencarian akan terus berkoordinasi dan melakukan pencarian sesuai dengan perkembangan situasi di lapangan. Upaya ini dilakukan demi menemukan rombongan jurnalis yang hingga saat ini keberadaannya masih misteri. Dengan terus mengedepankan prinsip keselamatan dan kolaborasi, tim diharapkan dapat memberikan hasil yang diharapkan dalam misi kemanusiaan ini.



