Kasus Siswa Sakit Usai Makan MBG Mencuat, KNPI Labura Soroti Kelalaian SPPG

— Paragraf 2 —
Metro24, Labura – Maraknya kasus gangguan kesehatan siswa usai mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah daerah menjadi perhatian serius.
— Paragraf 3 —
Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) meminta seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk memperketat higienitas dan keamanan pangan.
— Paragraf 4 —
Ketua DPD KNPI Labura melalui Wakil Ketua, Surya Dayan, menegaskan kebersihan harus dijaga sejak awal, mulai dari pemilihan bahan baku, proses pengolahan, penyimpanan, hingga pendistribusian ke penerima manfaat.
— Paragraf 5 —
“Pengawasan tidak cukup setelah makanan siap saji saja. Semua tahapan harus diperhatikan agar tidak menimbulkan masalah kesehatan bagi peserta didik,” ujar Dayan, Kamis (17/9/2026).
— Paragraf 6 —
Selain soal kebersihan, KNPI Labura juga menyoroti pentingnya memperhatikan riwayat kesehatan masing-masing siswa.
— Paragraf 7 —
Menurut Dayan, setiap anak memiliki kondisi tubuh dan riwayat kesehatan yang berbeda. Peran orang tua dan pihak sekolah sangat penting untuk memberikan informasi terkait alergi atau penyakit tertentu kepada SPPG.
— Paragraf 8 —
“SPPG harus benar-benar memperhatikan kebersihan dan keamanan makanan. Di sisi lain, kondisi kesehatan setiap anak juga perlu menjadi perhatian, karena setiap siswa memiliki kondisi tubuh yang berbeda,” tegasnya.
— Paragraf 9 —
Ia menambahkan, koordinasi antara orang tua, guru, pihak sekolah, tenaga kesehatan, dan SPPG harus diperkuat agar program MBG berjalan optimal.
— Paragraf 10 —
“Program ini bukan hanya soal pemenuhan nutrisi, tapi juga keamanan pangan dan kesesuaian dengan kondisi penerima manfaat. Kejadian di beberapa daerah harus jadi bahan evaluasi bersama,” pungkas Dayan.
— Paragraf 11 —
Penulis : Arif


