kpkgg

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

Enam AgamaIABN Sriwijaya TangerangNasionalSatu Kampus: Merawat Toleransi

Enam Agama Bersatu di IABN Sriwijaya Tangerang: Membangun Toleransi yang Kokoh

Dalam sebuah perayaan yang dipenuhi dengan seni dan budaya, Institut Agama Buddha Negeri (IABN) Sriwijaya Tangerang merayakan peluncurannya dengan nuansa yang penuh warna. Alunan musik Gending Sriwijaya mengiringi pertunjukan tari yang spektakuler, menciptakan momen berharga bagi semua yang hadir. Namun, lebih dari sekadar pertunjukan seni, acara ini mengungkapkan kekuatan dari keberagaman yang ada di kampus ini, di mana mahasiswa dari berbagai latar belakang agama bersatu.

Membangun Ruang Inklusi di IABN Sriwijaya

IABN Sriwijaya Tangerang bukan hanya sekadar institusi pendidikan yang mengajarkan ajaran Buddha, melainkan juga merupakan tempat di mana mahasiswa dari enam agama yang berbeda berkumpul. Di sini, perbedaan suku, ras, dan keyakinan tidak menjadi penghalang. Sebaliknya, keberagaman ini adalah bagian integral dari kehidupan sehari-hari di kampus, menciptakan lingkungan akademis yang kaya akan interaksi antarbudaya.

Pengalaman Mahasiswa yang Beragam

Mahasiswa seperti Nasya, yang beragama Islam dan kuliah di Program Studi Bisnis dan Manajemen Buddha, merasakan pengalaman yang sangat berharga. Menurutnya, IABN memberikan kesempatan unik untuk mengenal lebih dalam tentang berbagai keyakinan dan budaya. Ia menjelaskan, “Di sini, saya bisa belajar dan bersahabat dengan teman-teman dari berbagai agama dan suku.”

Alina, seorang mahasiswa Kristen yang terdaftar di Program Studi Pendidikan Konseling Buddha, juga merasakan hal serupa. Ia menyatakan bahwa meskipun kampus ini memiliki nama yang berkaitan dengan agama Buddha, kesempatan untuk berinteraksi dengan berbagai agama lain sangat terbuka. Ia menegaskan, “Toleransi di sini sangat kuat, dan orang-orangnya sangat baik.”

Pengalaman yang penuh warna ini tidak hanya terjadi di ruang kelas, tetapi juga di asrama. Elfriana, mahasiswa Katolik di Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), menceritakan bagaimana hidup bersama teman-teman dari berbagai latar belakang agama telah memperkaya kehidupannya. “Kami memiliki fasilitas untuk beribadah sesuai keyakinan masing-masing, dan itu sangat luar biasa,” ujarnya.

Menjunjung Tinggi Toleransi dalam Pendidikan

IABN Sriwijaya Tangerang tidak hanya sekadar memfasilitasi mahasiswa dalam menjalankan ibadahnya, tetapi juga menyediakan ruang yang menghormati hak setiap individu untuk menjalani keyakinan mereka. Ni Made, mahasiswa Hindu di Program Studi Ilmu Komunikasi Buddha, merasa bahwa ia dihargai oleh teman-teman dan para dosen di kampus. “Saya merasa sangat dihargai di sini,” ungkapnya, menunjukkan betapa pentingnya rasa saling menghormati dalam komunitas ini.

Lauren, mahasiswa Khonghucu, juga merasakan keunikan dari keberagaman di kampus ini. Awalnya, ia terkejut ketika mengetahui bahwa ada enam agama yang diakui di institusi ini. Namun, pengalaman tersebut mengubah pandangannya dan memberinya kesempatan untuk mengeksplorasi keyakinan yang sebelumnya belum ia kenal. “Kami bisa saling mengenal dan belajar satu sama lain,” katanya.

Keberagaman sebagai Kesempatan untuk Belajar

Arnico, mahasiswa Pendidikan Konseling Buddha, menilai bahwa keberagaman di IABN bukan hanya sekadar teori, tetapi realitas yang dapat dialami setiap hari. “Luar biasa bisa kuliah di sini. Kami berasal dari berbagai daerah dan agama, tetapi bisa hidup berdampingan dengan rukun,” ujarnya, menegaskan pentingnya inklusivitas di dunia pendidikan.

Setiap mahasiswa, dengan latar belakang yang berbeda, memiliki pengalaman unik di dalam kampus ini. Meskipun mereka memiliki keyakinan yang berbeda, mereka semua menemukan ruang yang aman dan mendukung untuk belajar bersama tanpa kehilangan identitas masing-masing.

Visi Inklusif dari Pimpinan IABN

Rektor IABN Sriwijaya Tangerang, Edi Rama Wijaya Putera, menjelaskan bahwa keberagaman yang ada di kampus merupakan komitmen institusi untuk menciptakan pendidikan yang inklusif. “Kami berusaha mewujudkan arahan dari Menteri Agama untuk menjadikan IABN sebagai ruang pendidikan yang terbuka bagi semua agama,” jelasnya.

Keberagaman ini bukanlah penghalang bagi mahasiswa dari agama lain untuk memperoleh pendidikan. Sebaliknya, ia memperkaya pemahaman mahasiswa tentang kehidupan berbangsa dan beragama. “Identitas keagamaan tidak perlu menjadi penghalang,” kata Edi, menekankan pentingnya saling menghormati dalam pendidikan.

Prinsip Toleransi dalam Ruang Akademis

Pendidikan di IABN menunjukkan bahwa toleransi bukan berarti menghapus perbedaan. Sebaliknya, toleransi tumbuh ketika setiap individu memiliki kesempatan untuk mempertahankan keyakinannya sambil menghormati hak orang lain untuk melakukan hal yang sama. Dalam konteks ini, Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, juga menyatakan apresiasi terhadap kehadiran IABN Sriwijaya Tangerang, yang meskipun berfokus pada pendidikan agama Buddha, tetap terbuka bagi umat agama lain.

Beliau juga menekankan pentingnya fasilitas perpustakaan yang baik, yang dapat diakses oleh masyarakat luas. “Kehadiran IABN diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan bangsa Indonesia, terutama di kawasan Tangerang,” tuturnya.

Dengan komitmen untuk membangun toleransi yang kokoh, IABN Sriwijaya Tangerang tidak hanya menjadi tempat pendidikan, tetapi juga menjadi contoh nyata bagaimana keberagaman dapat diintegrasikan dalam kehidupan akademis. Di sinilah mahasiswa dari berbagai latar belakang dapat tumbuh dan belajar bersama, saling menghormati dan memahami perbedaan, demi masa depan yang lebih harmonis.

Related Articles

Back to top button