Kepala SPPG Bicara Fakta di Balik Polemik Suplayer dan Dapur SPPG Jerogunung Sakra Barat Terkait Roti UMKM

Isu yang menyoroti hubungan antara pemasok roti dan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Jerogunung, Kecamatan Sakra Barat, Lombok Timur, telah menjadi perhatian publik. Kontroversi ini bermula dari perbedaan antara sampel roti yang ditunjukkan pemasok dan produk yang akhirnya diterima oleh dapur.
Penjelasan dari Kepala SPPG Jerogunung
Yulaimi Apriani, Kepala SPPG Jerogunung, merinci bahwa pemasok sebelumnya telah menunjukkan sampel roti untuk dipertimbangkan oleh dapur. Saat itu, sampel roti dinilai memenuhi kriteria baik dari segi ukuran maupun harga, sehingga dapur memutuskan untuk melakukan pemesanan.
Namun, ketika roti yang dipesan tersebut tiba di dapur, ukuran roti yang dikirim ternyata tidak sesuai dengan sampel yang sebelumnya ditunjukkan.
Perbedaan Ukuran Roti
“Pada awalnya pemasok menunjukkan sampel roti berukuran lebih besar. Kami memutuskan untuk melakukan pemesanan karena ukuran dan harga sesuai. Tetapi, ketika roti tersebut tiba di dapur, ukurannya ternyata lebih kecil dari sampel,” terang Yulaimi kepada wartawan.
Walaupun begitu, pihak SPPG memilih untuk tetap menerima roti tersebut agar pemasok tidak mengalami kerugian. Namun, karena ukuran roti berbeda dengan kesepakatan awal, dapur meminta penyesuaian harga.
Kesepakatan Penyesuaian Harga
“Kami memutuskan untuk tetap menerima roti tersebut untuk mencegah pemasok mengalami kerugian. Namun, kami meminta penyesuaian harga karena ukuran roti yang diterima tidak sesuai dengan sampel yang sebelumnya ditunjukkan,” ucapnya.
Menurut Yulaimi, pemasok roti juga menunjukkan kesediaannya untuk melakukan penyesuaian harga tersebut. Bahkan, mereka mengungkapkan kesediaan tersebut melalui pesan WhatsApp dan menyatakan menerima keputusan tersebut dengan ikhlas.
“Kami sudah menyampaikan kepada pemasok bahwa kami akan mengurangi harga roti tersebut, dan mereka juga menyatakan melalui pesan WhatsApp bahwa mereka menerima keputusan tersebut dengan ikhlas,” ujarnya.
Dukungan SPPG terhadap UMKM
Yulaimi juga menegaskan bahwa SPPG Jerogunung tidak pernah menolak produk dari UMKM. Bahkan, mereka terus menerus berusaha mendukung pelaku usaha lokal sesuai dengan arahan untuk memfasilitasi UMKM di daerah.
“Kami di SPPG tidak pernah menolak UMKM yang ingin bekerja sama. Kami selalu terbuka dan sering menggunakan produk roti dari UMKM di sekitar sini,” tegasnya.
Penyelesaian Masalah Pembayaran
Ia menambahkan bahwa masalah pembayaran roti tersebut telah diselesaikan dan pihak SPPG telah melakukan pembayaran sesuai dengan kesepakatan yang telah disetujui oleh kedua belah pihak.
“Masalah pembayaran telah diselesaikan dan sudah clear. Kami juga memiliki bukti pembayaran,” pungkasnya.